Rabu, 05 Agustus 2020

Day-22 Pendidikan serta dakwah keagamaan Islam dengan memanfaatkan berbagai media sosial

Assalamualaikum wr.wb
Halooo saya Adelisna Zen jurusan perbankan syariah di IAIN Padangsidimpuan

Day-22 Pendidikan serta dakwah keagamaan Islam dengan memanfaatkan berbagai media sosial

Disini saya akan membuat artikel tentang "sedekah tidak akan mengurangi harta"
Sedekah adalah pemberian seorang muslim kepada orang lain dengan sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah salah satu diantara bentuk kemurahan hati seorang mukmin, yaitu di dalam dirinya ada sifat suka membantvu. Yaitu ada kemurahan hati sehingga dia mau berbagi kepada sesama.
Islam menganjurkan kepada pemeluknya, kepada umatNya, kepada kaum muslimin supaya gemar bersedekah dan menjadikannya ini sebagai salah satu syiar kaum muslimin. Yaitu mereka suka berbagi kepada sesama. Sedekah ini tidak memandang status dari kalangan mana tetapi dianjurkan terutama kepada orang orang yang perekonomiannya yang melebihi dianjurkan untuk bersedekah kepada orang orang miskin

مِنْ أَغْنِيَائِنَا فَجَعَلَهَا فِي فُقَرَائِنَا

dari orang-orang kaya diantara kami kemudian membagikannya kepada para fakir miskin” (HR. Tirmidzi)

Sehingga tidak ada kesan yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Tapi adanya semangat untuk saling menutupi satu sama lainnya. Orang kaya perlu orang miskin, karena doa orang-orang miskin ini mungkin lebih didengar Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: 

هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ

Tidaklah kalian ditolong dan diberi rezeki melainkan karena adanya (do’a) orang-orang yang lemah (diantara) kalian” (HR. Bukhari)


Ketika kita bersedekah, nominalnya memang berkurang. Akan tetapi keberkahannya bertambah. Maka dari itu Nabi mengatakan:

مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ

Tidaklah harta seorang berkurang karena sedekah” (HR. Tirmidzi)

Kalau kita lihat dari sisi nominalnya, pasti berkurang. Akan tetapi kita lihat ini dari sudut pandang yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melihat banyak perkara itu dari berbagai sudut pandang. Misalnya Nabi memandang bertambahnya harta dengan sedekah. Ini sesuatu yang yang kita katakan bertentangan dengan hakikat dan kenyataannya. Orang yang bersedekah pasti berkurang hartanya. Harta yang dikeluarganya ini mungkin menjadi berkah. Berubah bentuknya menjadi bentuk rezeki-rezeki yang lain. Allah ganti itu dengan bentuk rezeki yang lain. Bisa berupa kesehatan, keselamatan yang juga merupakan rezeki yang terkadang kita tidak memandangnya sebagai sebuah rezeki dari Allah.


Terimakasih sudah mampir


#KKLDR

#KKLIAINPSP

8 komentar:

Kita yang Terpisah oleh Waktu

Waktu, waktu yang mempertemukan kita, berawal dari sapa-menyapa di satu meja yang sama dan kursi yang berbeda, di kelas yang tidak terlalu b...